Review: Macbook Air Generasi Kedua
MacBook Air diluncurkan di event Macworld 2008 yang diklaim sebagai notebook tertipis di dunia. Apple telah mempunyai adik baru dengan kapasitas yang di tingkatkan menjadi 120 GB utk versi hard disk dan 128 GB untuk versi SSD.
Macbook Air generasi pertama yang saya miliki adalah sebuah produk yang bisa saya katakan cacat. Dikarenakan memakai prosesor kustom intel 65 nm, prosesor tersebut masih menghasilkan panas yang membuat MacBook Air menjadi overheating. Otak prosesor (Core) ganda yang dimiliki oleh prosesor Intel Core 2 Duo yang terdapat pada MacBook Air generasi pertama ini bisa mematikan salah satu core nya sehingga temperatur sedikit turun untuk mencegah terjadinya sistem crash atau kernel panic. Tetapi dengan hanya 1 otak yang bekerja, membuat sistem tidak dapat beroperasi dengan baik.
Software Update yang dikeluarkan oleh Apple membuat prosesor tidak mematikan salah satu otaknya, tetapi bila temperatur panas, maka prosesor akan di turunkan (throttling) menjadi 800mhz saja. Pemecahan ini tetap membuat sistem tidak dapat bekerja dengan baik bila melakukan pekerjaan yang intensif seperti menonton video di iTunes ataupun video flash di situs seperti Youtube.
Dengan di rilisnya MacBook Air generasi kedua, masalah-masalah tersebut hilang. Apple menggunakan prosesor Intel berbasis 45 nm yang memakan watt lebih kecil serta membuat temperatur tidak sepanas pada generasi pertama.
Apple sedikit terhambat dengan MacBook Air generasi 2 yang menggunakan kapasitas hard disk, sehingga banyak orang yang memesan versi prosesor 1.6 Ghz dengan hard disk akhirnya diberikan kapasitas SSD secara cuma-cuma.
Untuk Indonesia, Macbook Air masih sedikit peminatnya, dikarenakan permintaan yang tidak terlalu banyak, sehingga retailer di sini tidak terlalu berani ambil resiko untuk memiliki stok terlalu banyak.
Saya adalah salah satu penggemar Macbook Air, dan seiring dengan waktu tertulisnya artikel ini, MacBook Air versi SSD dengan prosesor 1.86 Ghz sudah masuk ke Jakarta dan dibandrol dengan harga Rp.30.900.000,-. Tentunya bukan harga yang ramah untuk sukses dalam pangsa pasar Indonesia.
Perbedaan tampak luar sama seperti generasi pertama. Yang terjadi perubahan signifikan adalah perangkat keras seperti kartu grafik menggunakan nVIDIA 9400M, port Micro-DVI diganti menjadi Display Port. Hal yang mengecewakan karena Apple tidak mengikut sertakan adaptor untuk ekstensi ke layar eksternal, sehingga anda harus membelinya sendiri.
Dengan chip grafik nVIDIA 9400M, beban prosesor ketika mengelola pekerjaan video di alihkan ke kartu grafik, sehingga temperatur yang dihasilkan dalam ruang yang sempit di notebook ini tidak terlalu panas. MacBook, MacBook Pro dan MacBook Air yang baru (unibody) ini mempunya sistem operasi Leopard yang di tugaskan khusus untuk memberi beban pekerjaan video dari prosesor ke chip kartu grafik. Versi Leopard yang berada di notebook Apple generasi sebelum unibody tetap membebankan kerja video kepada prosesor. Apakah Apple akan memberikan software update untuk seri notebook yang lama? kita tunggu saja.
Kotak pembungkus MacBook Air baru terlihat lebih besar daripada generasi sebelumnya. Sesuatu yang aneh, dimana Apple merilis MacBook dan MacBook Pro unibody dengan kotak pembungkus yang lebih kecil, tetapi tidak terjadi pada MacBook Air.
Pengalaman Penggunaan
Pada generasi kedua ini, yang saya alami adalah proses boot up dan meluncurkan aplikasi sangatlah cepat. Untuk penggunaan secara keseluruhan malah MacBook Air terasa lebih cepat dibandingkan MacBook Pro unibody 2.4Ghz. Sepertinya harus berterima kasih kepada SSD. Mungkin juga ada pengaruh terhadap cache prosesor sebesar 6 MB, 2 kali lipat lebih besar dibandingkan yang ada di MacBook dan MacBook Pro versi 2.4Ghz (unibody). Saya mencoba menjalankan 9 aplikasi yang cukup berat dan semuanya di luncurkandengan sangat cepat sekali, sehingga dalam sekejap mata aplikasi-aplikasi tersebut terbuka secara sangat cepat. Jauh lebih cepat dari MacBook Pro yang memilik prosesor 2.4Ghz sekalipun. Dalam pengetesan waktu boot time pun sangat cepat, yaitu 27 detik, dan untuk shutdown hanya memakan waktu 3 detik.
Aplikasi-aplikasi yang dijalankan adalah Quicktime, Safari, iTunes, iWeb, iPhoto, iMovie, iDVD, Garage Band, DVD Player. Aplikasi-aplikasi tersebut dijalankan ketika kondisi tidak dalam berada cache memory. Jadi setelah menyalakan sistem, saya langsung menjalankan aplikasi-aplikasi tersebut. Semua aplikasi meluncur dan siap digunakan dalam waktu 12 detik. Teknologi SSD benar-benar mengagumkan.
Semoga review ini membantu anda yang berminat untuk membeli MacBook Air generasi kedua, dan jangan lupa untuk berlangganan RSS kami agar anda bisa mendapatkan artikel lebih cepat, atau ikuti kami melalui Twitter.















jadi intinya jangan beli generasi pertamaproduk yg baru keluar ya… :p
ya sebaiknya begitu. tapi klo kita belinya generasi paling akhir gmn? seperti gw waktu beli MB generasi terakhir eh pas beberapa bulan kemudian dah muncul generasi terbaru nya. nyesel dah…. ;-(
@3rr0rists: haha, serba salah.
@fisto: sebaiknya sih jangan, tp apakah anda bisa tahan? hehe. saya udah 4 kali beli produk rev A apple nih. Mac Mini G4 (no problem), Macbook putih core duo (random shutdown), Macbook Air (overheating and core shutdown), dan yg terakhir MBP Unibody (graphic glitches kalau gak di colok batere, tp baru ngalamin sekali doank dan sampe skrg belom nongol lagi. syukurr..)
[...] Review: Macbook Air Rev B with 128GB SSD experience and what differs it from the Rev A. [...]
Wow review yang menarik sekali Bung Adi!
Luar biasa sekali bisa sedikit mencicipi review SSD.
Bukan Mini-DVI, tapi Micro-DVI pada MacBook Air.
whoops. thanks.. maklum pak, malem2 nulisnya hehe..
Gw lebih suka kardus lamanya MBA.
Lebih seksi dan misterius
betul, kardus lama cara bukanya kayak kotak sepatu, dan box nya tebel banget jadi hampir mirip seperti kayu. kalau box yg baru seperti box macbook yg lainnya, sistem tenteng.
the old macbook air’s packaging really set it apart from the rest. it’s amazing.
[...] hari yang lalu, pecinta gadget di Indonesia lumayan terpuaskan oleh satu tulisan review mengenai Macbook Air generasi kedua. Sang reviewer alias tukang review-nya sendiri adalah Adi Chandra, pengguna berat mac yang rela [...]
Bos, Kalau untuk Macbook Pro sudah ada yang menggunakan SSD belum ya ? atau hanya Macbook Air saja yang menggunakan SSD
@Waw: belom bro, kalau pake gak kebayang kenceng nya kayak apa. btw hard disk macbook pro lebih gampang di akses. jadi suatu saat kalau SSD sudah banyak beredar di pasaran, upgrade jauh lebih mudah.
@Adi Chandra:
thx bos atas respon nya, kalo beli di luar ( usa / japan ) ada ngga ya ? atau memang MB Pro masih HDD semua ? Bos gue minta cariin MB Pro tp yg SSD 128
kalau beli di toko apple store online indonesia kayaknya bisa custom built untuk mbp dengan SSD. tp harganya kurs nya cukup mahal. untuk ipod aja kayaknya bisa beda ratusan ribu dibanding harga yg ada di jakarta.
http://store.apple.com/id/browse/home/shop_mac?cid=AOS-AP-ID-GOOGLE-AA0000087356-14
@Adi Chandra:
ok thx bos, sekalian mo bilang reviewnya bagus euy tentang macbook air nya, kl ada rezeki jd pengen icip2.
btw kl mo japri si bos kmn ya ?
@Waw: hub saya di adichandra at gmail dot com
@Felix @ Twentea: Iya, lebih elegan. Kardusa hitam selalu lebih keren daripada kardus putih, apalgi kardus coklat :p
kardus macbook air yg hitam ini benar2 keras, hampir seperti kayu triplek, di tekuk gak bakal bisa. trus presisi banget, bener2 ga ada celah, mau buka aja lama banget nariknya, saking rapetnya jadi angin pun gak masuk. tp isinya dodol hehe. enakan yg putih ahh.. isinya lebih memuaskan.
Bro numpang tanya nih, saya dalam rencana mau beli mac book air 2nd Gen. saya masih belum pasti yaitu quality Mono Speaker dari Mac Book Air tersebut.
saya cukup khawatir karena saya dulu pernah pakai Tablet PC Toshiba yang menggunakan mono speaker dan hasilnya mengenaskan. semestinya standard Mac lebih bagus dari mereka. bagaimana pendapat ?
kualitas mono speaker yang dihasilkan oleh macbook air jauh lebih bagus daripada macbook white generasi yang masih core duo (bukan core2duo). suaranya pun lebih besar.
tp jika sudah terbiasa mendengarkan speaker macbook pro, ya siap2 kecewa.
tp saya sih sudah terbiasa mendengarkan lagu dengan speaker macbook air, asyik2 aja. apalagi sambil bersenderan di sofa, yang tentunya kalau pake macbook pro akan terasa kurang nyaman krn berat.
om sy interes ama mba 2nd gen,mo tanya tuk mba yg blm ssd gmn inputannya om.. n apa om punya brg mba 2nd yg mo djual mrh ga om?? O:) O:) O:)
berhubung MBA processor nya rendah, jadi SSD cukup membantu meningkatkan performance yang bisa di sandingkan dengan macbook pro dalam beberapa test run. tetapi utk hal2 berat seperti encoding video dll itu yang membuat MBA kalah.
pengunaan HD pada MBA cukup ok, namun utk hal2 yang ringan saja seperti internet browsing, word processing dll.