Pemenang 1 Riak Hadiah: Danang Madyanto
Berikut ini adalah tulisan dari Danang Madyanto, pemenang 1 Riak Hadiah Arus Media 2008. Danang berhak atas sebuah iPod Shuffle. Jaman Kesusahan
Pada awalnya saya hanyalah seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang sibuk menyelesaikan tugas akhir untuk segera lulus dan mencari kerja, fasilitas internet dari kampus yang memadai selama kurang lebih 4 tahun (2003-2007) tidak sedikitpun memberikan manfaat yang berarti bagi kehidupan finansial saya. padahal tahun-tahun tersebut yang namanya make money online seperti Google Adsense sedang di masa keemasan. Sempat saya menyesal kenapa menggunakan fasilitas internet kampus hanya sebatas menggunakan Friendster, unduh berkas MP3, chatting dan hal lainya yang sia-sia saja.
Bermimpi memiliki sebuah laptop pun saya nggak berani apalagi menyebut kata Mac yang kesannya eksklusif, saat itu komputer saya hanyalah komputer PC warisan kakak saya AMD Duron 1GHZ dengan Monitor CRT dan VGA yang cuman 128MB dan sejak tahun 2000 sudah kami pakai.
Berbekal keisengan saya belajar bahasa pemrograman website PHP dan belajar desain web memakai CSS, XHTML saya mulai terjun bebas menawarkan diri dan mencari lowongan untuk menjadi desainer web ataupun web developer. Saat itu saya mulai belajar mengenal blog dan membuat blog dengan fasilitas kampus, suatu saat saya blogwalking dan menemukan blog Orang Bebas milik Anggi Krisna salah satu founder ArusMedia, yang saat ini menjadi Ruang Freelance. Di blognya dia bercerita mengenai ngefreelance di situs GAF dan RAC kemudia saya pun ikut gabung dan mendapatkan proyek membuat tema Wordpress senilai $45, selama kurang lebih 6 bulan bergelut di RAC sedikit demi sedikit modal mulai terkumpul dan saya mulai berniat membeli sebuah laptop untuk menunjang aktivitas saya sebagai freelancer
Rencana awal saya, adalah membeli laptop merk Toshiba, karena budget terbatas dan menurut beberapa teman merk ini lumayan bisa diandalkan. Sampai pada suatu hari saya mengunjungi sebuah pameran komputer di kota Jogjakarta, setelah berjalan-jalan melihat bebrapa stand saya menyempatkan diri untuk mencoba laptop buatan Apple, pertama kali mencoba saya di buat terpana oleh tampilan Dock-nya yang indah, icon yang begitu realistis. Mulai pada saat itulah tampilan Apple MacBook terbayang-bayang terus, berhubung uangnya belum cukup untuk membeli MacBook tersebut saya harus bersabar sekitar 1 bulan untuk mengumpulkan modal lagi
Malam Pertama dengan Mac
Malam pertama saya dengan mac harus tertahan karena colokan power supply dari Mac ternyata 3 kaki yang berbeda dengan colokan yang biasa saya temui dari perangkat elektronika lainnya. Malam telah larut dan saya belum sempat membeli konverter untuk colokanya. Battery hanya tersisa kurang 1 jam dan saya segera membuka MacBook tersebut, aroma MacBook baru tersebut masi saya ingat sampe sekarang, saat itu adalah saat pertama saya merasakan sebuah kepuasan, dimana dengan hasil keringat saya sendiri dari nol dan bisa membeli barang mewah tersebut.
Pada awalnya saya kesusahan apabila menutup sebuah aplikasi karena tombol closenya ada di sebelah kiri. kesulitan lain adalah saya tidak tahu bagaimana mengklik kanan karena di touchpadnya tidak ada klik kanan, setelah searching di Google dan ikut di forum Mac ID beberapa tips dan shortcut mulai saya ketahui
MacBook white cepet kotor
Selain suka pasti ada dukanya, MacBook saya yang berwarna putih cepat sekali kelihatan kotor, apalagi typikal tangan dan jari saya suka berkeringat semakin memperparah keadaan, beberapa info yang saya baca di internet mengatakan untuk membersihkan tut keyboard dan sekitarnya bisa menggunakan odol, dengan was-was ternyata hasilnya cukup efektif MacBook yang sudah agak menguning dan dekil tersebut mulai menjadi putih kembali, dan siklus ini berulang kali sampai saya bosam membersihkannya.

Danang Madyanto dengan MacBooknya
Mac menjadi istri kedua saya
Saat ini sudah 1 tahun lebih saya hidup dengan MacBook, banyak hal telah mengubah hidup saya, MacBook ini adalah aset terbesar saya karena dari sini kehidupan finansial saya mulai mapan dan proyek-proyek desain web yang mulai lancar, mulai pasang internet sendiri (sebelumnya jadi WiFi warrior atau pengunjung setia warnet) rencana kedepan saya ingin memiliki sebuah iMac dimana saya lebih sering di kamar daripada keluar menenteng MacBook.
Kuswanto
19 January 2009







Suka dengan apa yang kami tulis? Berlangganan lewat RSS atau email untuk memperoleh tulisan lebih cepat.
Sebarkan tulisan ini melalui situs pilihan Anda: