Review: PostBox Pengolah Email Alternatif
Selama ini kita mengolah email layaknya seperti kumpulan dokumen-dokumen yang kurang saling terkait. Mail 3 yang ada di Leopard memang mempunyai banyak kelebihan dibandingkan versi sebelumnya. Mail kali ini mendapatkan penantang baru yang terlihat pintar dalam mengolah informasi yang terkandung dalam email.Penantang tersebut bernama PostBox.PostBox diciptakan oleh para mantan pengembang email Mozilla, Thunderbird. Semenjak Thunderbird dihentikan, para pengembangnya mengolah PostBox. Saat ini PostBox dalam tahap public beta, Anda dapat mengunduhnya di website PostBox.

Tampilan PostBox
Secara singkat PostBox merupakan pengolah email yang pintar. PostBox mencoba cara baru dalam mengolah email yang kita terima setiap hari. Setiap email kadang mengandung tautan-tautan ke website lain, attachment gambar atau dokumen dengan PostBox informasi tambahan tersebut dapat di lihat dengan gampang dan cepat.

Kirim ke Twitter tidak pernah semudah ini
Selain mengolah email, PostBox juga dapat berinteraksi dengan situs jejaring sosial, seperti: facebook, friendfeed, twitter, Google docs, dan lain-lain. Jadi, Anda dapat dengan mudah tweet informasi yang Anda dapatkan dari teman langsung dari PostBox.
Bagi yang banyak menggunakan email untuk pekerjaan, PostBox juga dapat menjadi aplikasi produktivitas yang handal. Terdapat fitur To-Do, walaupun saat ini masih terlihat sederhana. PostBox menggunakan sebutan Topics, tidak seperti aplikasi lain yang menggunakan tags. Dengan Topics Anda dapat mengkategorikan email yang masuk ke dalam topik-topik tertentu.
PostBox tidak murni aplikasi Cocoa, engine dasarnya adalah modifikasi dari Thunderbird. Hal ini membawa beberapa kekurangan yang cukup berarti bagi versi Mac, seperti tidak dapat memasukkan data kontak langsung dengan Address Book, ataupun import setting dari Mail. Sangat disayangkan.
Dari segi stabilitas PostBox merupakan aplikasi yang stabil, ringan dan responsif. Antarmuka yang didesain sangatlah menarik, saya suka dengan cara Postbox mengolah informasi ke dalam tab-tab tertentu.
Kesimpulan, PostBox merupakan sebuah aplikasi pengolah email. Membuat Mail 3 terlihat seperti aplikasi yang biasa-biasa saja. Silakan coba saja, mumpung masih beta gratis.
Kuswanto
11 February 2009














PERTAMAX!
Gimana cara bikin PostBox nya jadi banyak coretan warna pink gitu yah seperti punya kokoh Ncus? Di aku ngga ada soale.
Lol ulasan yang menarik. Namun sayangnya non Cocoa.
KEDUAX!
Wah pantesan Thunderbird ku kaga bisa di-update2 n versinya itu-itu doank… ternyata aku baru tau bahwa dah ga dikembangin toh… Yahhh…. padahal udah terbiasa pake Thunderbird nih. Firefox n Thunderbird selalu jadi browsing dan email organizer andalanku di Leopard ku…
@Andi Suwito: Aku penasaran kenapa Thunderbird? Kan ada Mail?
Keren!
Banget!
Di PostBox yang saya pakai, integrasi dengan AddressBook sepertinya OK, deh. Belum coba import setting dari Mail, karena saya emang suka setting-settingan. Ketik address di ‘To:’, langsung keluar opsi alamat emailnya.
Atau mungkin yang saya download sudah ter-update?
Sangat…sangat kagum dengan aplikasi ini. Mudah-mudahan tetap gratis!
ini versi trial ya?
Tapi tetep saja gak support exchange….cape deh.
Iyan