Banyak sekali pengguna email di Indonesia masih bercokol dengan antar muka web menggunakan browser. Banyak dari peselancar internet mengenal email pertama adalah Yahoo!Mail gratisan yang tidak dapat di unduh menggunakan klien email seperti Mail.app (walaupun ada cara lain untuk mengunduhnya). Hal ini membuat banyak pengguna email yang gagap dengan klien email, seperti Mail.app. Pada tulisan kali ini, mari kita telusuri bagaiman menseting Mail.app supaya bisa mengunduh email dari Gmail.
Kita anggap, Anda sudah mempunyai satu akun GMail. Kalau belum, silakan daftar sekarang, gratis!
Setelah masuk ke akun Gmail, kemudian masuk ke dalam Setting. Di bagian ini Anda akan mengaktifkan Gmail supaya bisa di unduh menggunakan protokol POP3 atau IMAP. Kita akan membahas keduanya, dan Anda akan mengetahui apa beda antara kedua protokol tersebut. Untuk tulisan kali ini hanya akan membahas POP3, IMAP akan di bahas di tulisan selanjutnya.
Kemudian pilihlah tab Forwarding and POP/IMAP, di sini kita akan memilih memakai POP3 atau IMAP.
Bagi yang menggunakan Gmail dengan Bahasa Indonesia beberapa kata akan berbeda, silakan cari padanannya. Akun saya memakai B. Inggris.
Menggunakan POP3
POP3 merupakan kepanjangan dari Post Office Protocol 3, yang memungkinkan klien email mengunduh email satu persatu dari server menggunakan koneksi internet atau intranet. POP3 cocok dipakai oleh pengguna yang mempunyai koneksi internet lambat atau yang hanya mempunyai satu email klien.

Sebaiknya Pilih Opsi kedua
Anda masih di halaman yang sama di Gmail, kan? Ada beberapa pilihan di sini, pilihan pertama adalah mengunduh semua email yang ada di Gmail. Jangan pilih ini apabila Anda sudah mempunyai ribuan email di Gmail. Dianjurkan untuk memilih pilihan yang kedua “Enable POP for mail that arrives from now on”, hanya email baru yang akan bisa di unduh oleh Mail.app. Kalau pilihan ketiga, sepertinya sudah jelas, gak perlu dibahas.
Di poin nomor 2, silakan pilih yang Anda kehendaki, apakah email yang sudah di unduh akan masuk ke folder Archive atau akan tetap di Inbox. Saran lagi, supaya Inbox tetap bersih, ketika kita membuka Gmail web tidak di repotkan dengan email yang menumpuk pilihlah “Archive Gmail’s Copy“. Setelah dirasakan selesai, simpanlah perubahannya.
Setting POP Mail.app
Bukalah Mail.app, apabila Anda belum menset-up akun apapun, akan diminta untuk membuatkan akun pertama kali. Apabila tidak diminta, bukalah Mail.app Preferences, dan kemudian ke bagian Accounts, tekan tombol plus (+) di sebelah kiri bawah. Anda akan diminta memasukan informasi nama, alamat email dan password. Apabila ada pilihan Automatically set up account, jangan di centang.

Masukan alamat email dan Password Gmail anda
Di langkah selanjutnya Anda akan diminta untuk set up alamat server Gmail. Ikuti gambar di bawah ini, dan ganti User Name dan Password menjadi alamat GMail dan password Anda.

Masukan pop.gmail.com di Incoming Mail Server
Klik kembali tombol Continue, Mail.app akan mengecek apakah informasi yang Anda masukan benar atau tidak, apabila salah akan ditolak. Apabila benar Anda akan disuguhkan dengan layar selanjutnya, yaitu seting email server pengiriman. Ikuti informasi yang ada di gambar ini, ganti deskripsi, user name dan passwordnya saja.

masukan smtp.gmail.com
Tekan kembali tombol Continue, layar berikutnya adalah layar ringkasan. Pastikan ceklis “Take account online” tercentrang, kemudian tekan tombol Create.

Layar terakhir
Setelah itu akun Gmail yang memakai POP3 akan muncul di sidebar. Mail.app tidak akan mengunduh email apabila tadi Anda memilih Enable POP for mail that arrives from now on. Untuk mengetes apabila penasaran, silakan kirimkan email ke elamat Gmail Anda.

Email sedang diunduh
Dengan Mail.app Anda hanya perlu mengunduh email sekali saja, dan selanjutnya bisa dilakukan secara offline.
Seting Mail.app memakai POP3 sangat mudah, untuk tulisan selanjutnya tentang IMAP akan ada sedikit setingan supaya proses sinkronisasi GMail dengan Mail.app berjalan mulus.
Apabila ada pertanyaan jangan sungkan untuk bertanya, dan ikuti perkembangan kami melalui twitter ataupun RSS.
iang
30 July 2009
Ditunggu tutorial pemakaian IMAP-nya. Soalnya make IMAP bakal lebih asoy =D Ngga cuma 1 arah aja komunikasinya.
iang
30 July 2009
maaf kalau OOT.
ngomong2 soal Mail.app, apakah andai ada lebih dari satu account yg didaftarkan, Mail.app akan mengelompokkannya per account atau menggabungkan semuanya jadi satu? Terakhir saya make yg ada di Tiger, Mail.app membuat semuanya menjadi satu yg efeknya jelas memusingkan. Akhirnya make Thunderbird deh.
Kuswanto
30 July 2009
@iang: Gak akan, masing-masing email akan ada di satu Inbox. Jadi email tidak akan campur aduk.
Saya akan membahas Mail.app lebih banyak lagi, terutama pengorganisasian mailbox dan beberapa plug-in yang harus di install.
fitrah
31 July 2009
tetep di thunderbird, gara2 mail app ngga bisa filtering,,pusingg,,hehe
hyoori
1 August 2009
lhoolho emangnya mail ga bisa filter? bukannya bisa yaah? pake smart mailbox or apply rules? ato di IMAP bisa langsung kedapetan tuh folder hasil bikinan labelnya :D
Ben Gaizo
1 August 2009
Terimakasih, hints-nya sangat membantu,… saya tunggu cara dengan IMAP.. kapan nih ??
ipnk rustink
8 September 2009
selamat menunaikan ibadah puasa dengan senang hati :)
ipink rustink
8 September 2009
:D :evil: :D
Edi IP
6 October 2010
Maff, nubie ni, kalo email yahoo.com kok ga bisa ya via mail app?? udah coba ikutin tutorial yg pake MacFreePOPs, tetap ga bisa..mohon petunjuknya :)
Kuswanto
6 October 2010
Mungkin ada perubahan di setingan Yahoo!. Dan saya sudah gak pakai Yahoo! Mail lagi.
Mail.app sebenarnya bisa mengambil email dari Yahoo!, tapi bukan email yang gratisan. Kalau pakai Yahoo! Mail yang berbayar bisa pakai POP/IMAP yang nanti dapat di pakai oleh Mail.app, layaknya layanan Gmail.
udin
31 January 2011
Wah,,,,mantap