News

CEO Telegram Rilis Klarifikasi dan Tawarkan 3 Solusi untuk Pemerintah Indonesia

CEO Telegram, Parel Durov merilis klarifikasi mengenai rencana pemerintah Indonesia memblokir akses Telegram Messenger di Indonesia. Jika sebelumnya dia mengatakan bahwa tidak ada permintaan khusus dari pemerintah Indonesia kepada Telegram, kini Durov mengakui kesalahannya. Dikutip dari catatan terbaru di Durov’s Channel, kabarnya pemerintah Indonesia sudah beberapa kali menghubungi pihak Telegram. Namun pesan ini tidak direspon dengan cepat oleh tim Telegram dan menyebabkan komunikasi tidak lancar antara kedua belah pihak.

It turns out that the officials of the Ministry recently emailed us a list of public channels with terrorism-related content on Telegram, and our team was unable to quickly process them.

Unfortunately, I was unaware of these requests, which caused this miscommunication with the Ministry.

Masih dari catatan yang sama, Durov juga menyampaikan bahwa pihak Telegram dapat memberikan 3 solusi terbaik untum masalah ini. Yaitu sudah memblokir semua Channel di Telegram yang diduga terkait dengan jalur komunikasi para teroris – dari bukti laporan pemerintah di Indonesia. Kedua, Durov juga sudah membalas email dari pemerintah Indonesia untuk menjalin kerjasama yang lebih efisien dalam mengidentifikasi dan blokir aksi terorisme yang menggunakan Telegram.


Baca Juga:


Solusi ketiga yang ditawarkan CEO Telegram berusia 32 tahun ini adalah membentuk tim moderator yang memiliki pengetahuan bahasa dan budaya di Indonesia, untuk membantu proses laporan konten yang berhubungan dengan terorisme secara lebih cepat dan akurat. Sebagai catatan penutup, Durov juga menjelaskan bahwa Telegram sangat menghargai privasi dari setiap pengguna layanan merekam namun bukan berarti ini sebagai tindakan dukungan untuk aksi terorisme. Dia juga menambahkan bahwa setiap bulannya mereka sudah memblokir ribuan Channel yang berhubungan dengan ISIS – dapat kamu pantau lewat @ISISwatch.

Sekarang pihak Telegram tinggal menunggu jawaban dari pemerintah Indonesia mengenai tawaran kerjasama yang diberikan. Diharapkan dengan kerjasama tersebut, jutaan pengguna Telegram di Indonesia tetap dapat menikmati layanan chat ini dengan maksimal dan pemerintah mendapatkan jaminan keamanan mengenai pengawasan Telegram dari aksi terorisme.


Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top