Sketch 2, Aplikasi Desain Untuk Media Layar

Ada banyak aplikasi alternatif pengganti Photoshop, Illustrator atau Fireworks untuk OS X. Salah satunya adalah Sketch yang dibuat oleh Bohemian Coding. Baru-baru ini versi 2 telah diluncurkan, para desainer memberikan sambutan yang positif.

Sketch dirancang untuk membantu para desainer situs web dan user interface. Fitur-fitur pada Sketch dibuat untuk mempermudah pembuatan desain untuk kebutuhan layar. Sketch merupakan sebuah aplikasi pengolah gambar berupa vector tapi juga dapat menampilkan pixel dengan sempurna, kira-kiranya seperti gabungan antara Adobe Fireworks dan Illustrator.

Alih-alih mengikuti antarmuka seperti Adobe Suite, Sketch menyuguhkan antarmuka seperti aplikasi OS X lainnya. Fungsi-fungsi utama disediakan di toolbar, penempatan layer dan efek ada di sisi jendela. Tapi keputusan memilih antarmuka ala OS X memberikan dampak negatif, yaitu sangat mengandalkan point-n-clik. Misalnya tidak ada shortcut untuk mengaktifkan suatu efek atau memilh layer. Bagi yang memakai Pages, Keynote atau Numbers, tidak akan merasa asing akan cara kerja Sketch, itulah salah satu kelebihan antarmuka standar OS X.

Canvas Sketch tidak terbatas, hal ini memberikan kebebasan untuk menggambar. Tapi juga bisa membuat tersesat, karena tidak ada scrollbar atau palet navigasi, sehingga harus zoom out dulu supaya mengetahui lokasi obyek. Penentuan ukuran gambar dapat dilakukan ketika melakukan exporting

Perintah utama, untuk meggambar bentuk atau mengedit gambar, tersedia di toolbar atas yang bisa diedit layaknya aplikasi OS X. Di sebelah kiri merupakan tempat obyek, uniknya icon obyek mengikuti bentuk di kanvas memberikan tanda visual yang memudahkan dalam pencarian suatu obyek. Obyek yang di Group akan ditampilkan berupa folder. Di bagian bawah sebelah kiri terdapat palet Style Preset, yaitu tempat penyimpanan Style untuk dipakai ulang, fungsinya sama dengan palet di sebelah kanan merupakan efek yang bisa diambil, efek yang disediakan mengikuti layer style effect pada Photoshop. Para desainer yang memakai Photoshop akan dengan mudah memahami efek pada Sketch.

Membuat bentuk-bentuk sederhana kemudian menambahkan efek terasa sangat menyenangkan. Sketch mempunyai kontrol gradien yang mengingatkan saya akan Adobe Illustrator, tapi dengan pengontrolan yang lebih baik. Setiap obyek di Sketch bisa menampung 4 warna sekaligus, hal ini memudahkan untuk mencampur warna menggunakan gradasi tansparan. Terdapat 3 pilihan jenis pewarna, satu warna (flat), gradient, dan pattern. Pada warna gradient terdapat fitur snapping memudahkan meluruskan kontrol gradient. Kita bisa menambahkan pattern ke dalam Sketch, kontrolnya sangat sederhana, hanya ada Tile dan Fill. Tile, pattern diulang memenuhi bidang obyek. Sedangkan Fill, pattern tidak akan diulang tapi memenuhi bidang obyek.

Salah satu hal yang mengganggu pada Sketch adalah penggunaan Vector Path, mungkin karena saya terlalu terbiasa dengan pengaturan path pada Adobe Photoshop atau Illustrator. Bagi saya, pengaturan path menyulitkan dan melibatkan banyak klik, apalagi ketika harus trace ulang suatu gambar. Pada Sketch terdapat fitur Stroke Width, yang memungkinkan mengatur tebal—tipis suatu garis, biasanya fitur ini digunakan untuk mentinta suatu sketsa illustrasi.

Menggabungkan beberapa obyek pada Sketch terdapat beberapa masalah, setidaknya saya menemukan masalah ini dan sudah melaporkannya ke Bohemian Coding. Untuk operasi penggabungan sederhana tidak akan terjadi masalah, tapi kalau sudah obyek yang komplek ketika Union atau Substract terjadi perbuahan bentuk, misalnya yang tadinya bulat sempurna menjadi tidak bulat lagi. Semoga bugs tersebut diperbaiki pada update berikutnya.

Fasilitas lain yang unik pada Sketch dan cukup membantu adalah Rotate Copies. Berguna untuk menyalin suatu obyek dalam secara melingkar. Misalnya untuk membuat bunga, seperti contoh di bawah ini.

Sketch juga cocok untuk desain web. Betul sekali, Sketch bisa menjadi andalan bagi para desainer web, terutama karena fitur sistem grid yang terintegrasi. Kita bisa membuat grid 960gs langsung di Sketch 2 melalui menu View > Grid Setting dan pilih tab Layout.

Photoshop mempunyai anti-alias teks yang buruk, para desainer pasti merasakan hal ini. Sketch menyuguhkan anti-alias teks yang menakjubkan. Walaupun teks berupa vector, ketika pada mode bitmap teks tampak lebih baik daripada Photoshop. Teks di Sketch juga bisa dilekatkan pada Path, berguna untuk membuat teks mengikuti suatu alur path.

Export Import File

Bagi saya sistem export ke format lain agak membingungkan, sepertinya butuh banyak belajar lagi. Hal yang saat ini saya ketahui, untuk export ke format lain bisa menggunakan Slice yang akan tersedia di sebelah kanan ketika meng-export. Ukuran Slice bisa di atur, aturan ini agak merepotkan karena kadang Sketch gagal mendeteksi garis Stroke luar, sehingga saya harus mengubah ukuran Slice satu demi satu. Salah satu fitur yang sangat saya sukai adalah export otomatis ke ukuran dua kali lipat atau dikenal juga dengan @2x, yang dipakai untuk format Retina Display. Format file export yang didukung oleh Sketch adalah PDF, EPS, SVG (vector), dan JPG, PNG dan TIFF untuk bitmap. Saya rasa format ini cukup standar tapi memenuhi kebutuhan.

Sketch gagal mendeteksi Stroke Outside.

Bagaimana dengan import file? Sayangnya saat ini Sketch baru bisa membaca format SVG, PDF yang sederhana. Sketch gagal membuka file PDF yang dibuat oleh Adobe Illustrator.

Apakah Sketch Untuk Saya?

Pertanyaan yang sulit dijawab. Para desainer yang membutuhkan atau ingin mengganti aplikasi, tidak ada salahnya mencoba atau bahkan membeli Sketch. Saya rasa kalau sudah terbiasa dengan Photoshop, belajar Sketch tidak akan memakan waktu lama. Selain itu, harga Sketch juga jauh lebih murah daripada Adobe Suite.

[review_web site="http://makemac.com/s/sketchweb" appstore="http://makemac.com/s/sketchapp" price="$49.99"][/review_web]
Founder dan penulis di MakeMac, merupakan seorang wirausahawan dan designer. Bekerja sebagai Chief Creative Officer di Petshopbox Studio. Filosofis desain Apple merupakan acuan hidupnya. Ikuti saya di: Google+, twitter @kuswanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>