Featured

6 Mitos Menggunakan iPhone yang Salah Kaprah


Menggunakan perangkat elektronik yang canggih seperti iPhone, pastinya juga harus diimbangi dengan pengetahuan tentang teknologi yang cukup. Jika tidak, kamu hanya akan terjebak dengan beragam mitos atau hal yang sebetulnya tidak benar, namun terus dilakukan oleh orang banyak.

Dalam artikel ini tim MakeMac akan membagikan beberapa hal yang selama ini bersifat mitos dan menjelaskan fakta yang harus kamu tahu. Simak catatan lengkapnya ya!

1. Charging Semalaman, Merusak Baterai


Semua perangkat elektronik yang bersifat portabel, pasti menggunakan baterai sebagai sumber tenaga utama. Setiap baterai juga pasti punya spesifikasi yang jelas baik tegangan, hambatan dan daya yang dapat dikeluarkan serta diterima. Selama ini banyak pengguna perangkat iPhone yang menganggap bahwa melakukan charging semalaman dapat merusak baterai. Hal ini tidak benar dan saya pribadi sudah membuktikannya.

Perangkat iPhone sudah menggunakan teknologi baterai lithium-ion yang aman dan ramah lingkungan. Apple juga sudah mendesain bagian sirkuit charging di setiap perangkat iOS, agar secara otomatis dapat memutus arus listrik yang masuk ketika indikator baterai sudah tercatat dalam mode penuh.


Alat yang diperlukan untuk melakukan uji coba ini sebetulnya mudah saja, yaitu perangkat USB Volt Meter yang dihubungkan antara USB Power Adapter dan kabel Lightning lalu ke perangkat iPhone. Jika baterai di iPhone sudah terisi penuh, indikator di USB Volt Meter akan menampilkan angka 0 Ampere sebagai tanda bahwa tidak ada lagi listrik yang dikeluarkan ke perangkat iPhone.

Sebagai catatan, kabel data dan USB Power Adapter dengan standar yang baik (bukan palsu, KW, OEM atau sudah menggunakan standar MFI) tentunya menjadi penentu kestabilan pengisian baterai yang kamu lakukan.

2. Menggunakan Kabel dan Charger Murah, Tidak Masalah?


Apple punya lisensi MFi untuk setiap aksesoris yang mendukung perangkat iOS dengan standar yang sudah diberikan. Baik berupa kabel data, USB Power Adapter, Flash Drive dengan koneksi lightning atau mungkin aksesoris baterai tambahan dalam bentuk case.

Standar MFi tentunya tidak sekedar diberikan untuk membuat harga aksesoris pihak ketiga menjadi lebih mahal dibandingkan aksesoris curah atau murah yang dapat kamu beli di toko biasa. Namun juga sebagai bukti bahwa aksesoris tersebut dapat berjalan dengan standar yang sesuai dengan petunjuk dari Apple.

Jadi, apakah menggunakan kabel dan charger murahan tidak akan menimbulkan masalah? Jawabannya salah, aksesoris yang tidak menggunakan standar pasti punya efek buruk yang dapat terjadi pada perangkat iOS kesayangan kamu. Sebagai contoh untuk kabel data yang murah atau dibuat di bawah standar oleh Apple, dapat membuat layar iPhone menjadi bermasalah ketika digunakan. Belum lagi USB Power Adapter atau mungkin aksesoris lainnya.

3. Mematikan Perangkat Saat Tidak Digunakan


Masih cukup banyak pengguna perangkat iOS yang lebih betah untuk mematikan perangkat iOS saat tidak digunakan, walaupun hanya beberapa jam saja. Sebagian beranggapan bahwa cara ini dapat menghemat baterai, sisanya adalah tidak ingin mendapatkan gangguan ketika sedang rapat atau kegiatan lainnya.

Sebetulnya mematikan iPhone saat tidak digunakan, bukan cara paling tepat untuk menghemat pemakaian baterai apalagi jika dalam waktu singkat. Karena proses menyalakan kembali nanti, pasti butuh baterai yang lebih besar dibandingkan mode standby.

Sedangkan untuk kamu yang sedang tidak ingin diganggu oleh perangkat iOS dalam beberapa waktu ke depan, silakan gunakan fitur yang sudah ada. Mulai dari Mute Button, Do Not Disturb, atau balik layar menghadap ke arah meja untuk mematikan fitur Hey Siri secara sementara.


Baca Juga:


4. Baterai Boros Tanpa Dipakai, Harus Ganti?


Halo admin, saat mau tidur tadi malam iPhone saya menunjukkan baterai 100%. Tetapi kenapa ketika bangun tidur sudah berkurang cukup banyak ya?

Pertanyaan ini beberapa kali masuk ke akun Twitter @MakeMac karena sejumlah pengguna merasa heran, baterainya bisa terus berkurang padahal tidak sedang digunakan. Jawabannya sederhana saja, ada fitur yang tetap berjalan di belakang layar dan mode standby memang memerlukan baterai.

Jadi apakah baterai yang mendadak boros tanpa dipakai, artinya baterai sudah rusak? Belum tentu, kamu harus melakukan beberapa pengecekan terlebih dahulu sebelum memastikan hal tersebut. Bisa saja baterai kamu digunakan untuk unggah dokumen foto dan video ke iCloud Photo Library pada saat malam hari, sesuai standar ketentuan dari Apple. Atau mungkin kamu punya banyak notifikasi dan email yang terus masuk semalaman?

Sebagai tambahan catatan, kamu juga bisa mengecek artikel 5 ciri-ciri baterai iPhone mulai rusak dan harus segera ganti jika masih penasaran!

5. Hapus Aplikasi dari Background, Bikin iPhone Ngebut?


Semenjak iOS 4, Apple mengenalkan fitur Multitasking untuk perangkat iPhone dan iPad. Yaitu menjalankan aplikasi lain di belakang layar, akses kembali dengan cara klik Home Button 2x. Masih banyak yang beranggapan bahwa semakin banyak aplikasi yang kamu simpan di Multitasking, akan membuat perangkat iOS menjadi lemot, kehabisan RAM atau error.

Mitos ini jelas salah, karena Craig Frederighi pernah memberikan jawaban tersebut kepada salah satu Apple Fanboy yang mengirim email kepada Tim Cook. Laman Apple Support juga sudah menjelaskan bahwa Apple menggunakan sistem operasi yang dapat melakukan multitasking namun tetap hemat RAM.

Proses canggih tersebut dapat membuat RAM tetap hemat. Kamu hanya perlu mengeluarkan aplikasi tersebut dari multitasking jika memang benar ada kendala seperti error atau hal lainnya.

6. Update OTA, Bikin iPhone Bermasalah?


Dari mitos yang berkembang, masih ada pengguna perangkat iOS yang membuat menganggap OTA Updates adalah cara yang salah, cara yang berbahaya untuk melakukan pembaruan iOS. Pendapat ini kurang tepat, karena Apple pastinya menghadirkan sebuah fitur yang mudah dan cepat untuk digunakan oleh pengguna, dengan tujuan yang baik. Bukan malah membuat perangkat iOS menjadi bermasalah.

OTA Updates adalah metode untuk update iOS ke versi baru dengan koneksi Wi-Fi dan bersifat mengunduh hanya dokumen terbarunya saja, bukan berupa 1 dokumen Firmware iOS secara lengkap (berukuran 1.5GB – 2.5GB tergantung jenis perangkat). Fitur ini pertama kali dikenalkan pada iOS 5 dan kini sudah tersedia untuk perangkat tvOS, AirPods dan watchOS.

Karena ukuran OTA Updates yang jauh lebih kecil dan cara penggunaan yang praktis, tentunya banyak pengguna perangkat iOS jaman sekarang lebih akrab dengan fitur tersebut. Silakan pastikan kamu menggunakan koneksi internet yang cukup dan stabil, serta sudah melakukan backup data jika diperlukan sebelum melakukan OTA Updates.

Dikutip dari beberapa sumber, OTA Updates di perangkat iOS juga mengenal peningkatan teknologi di balik fitunya. Menggunakan nama teknologi Format 1.0, Format 2.0 dan Format 3.0 (di iOS 11), Apple terus memperbaiki fitur OTA Updates yang ada di perangkat iOS dari masa ke masa. Silakan simak catatan lengkap mengenai teknologi OTA Updates di laman berikut ini.

Punya Info Tambahan?


Dari beragam mitos di atas, mana yang menurut kamu masih banyak dilakukan oleh pengguna di Indonesia? Apakah ketakutan untuk mengisi baterai semalaman atau mungkin seputar OTA Updates?

Punya bahasan menarik lainnya mengenai mitos menggunakan perangkat iOS yang kamu tahu dan harus segera dihentikan oleh semua pengguna lainnya? Silakan bagikan di kolom komentar ya!


5 Kebiasaan Buruk Pengguna iOS yang Harus Dihentikan Segera! Bikin Miris!


Click to comment
To Top