Reviews

Review Apple Watch Series 3: Baterai Tahan Lama dan Kinerja Lebih Cepat

Apple kembali meneruskan lini Apple Watch dengan memperkenalkan Series 3 pada Apple Event September lalu di Steve Jobs Theater, Apple Park — California dan resmi dirilis ke pasar selang 2 minggu kemudian serta 3 minggu kemudian untuk Apple Watch Nike. Hingga saat ini, Apple masih memimpin pasar wearable device di seluruh dunia dengan marketshare dan bahkan mengungguli Fitbit.

Walaupun begitu, masih pantaskah Apple Watch Series 3 untuk dimiliki oleh para pengguna perangkat Apple? Hanya masih menjadi aksesoris belaka atau dapat menjadi perangkat yang tak bisa lepas dalam keseharian kita?

Hadir Dengan Pilihan Fitur Seluler

Berbeda dengan generasi sebelumnya, Apple Watch Series 3 hadir dengan dua macam: GPS dan GPS + seluler. Secara kosmetik, tipe seluler hanya dibedakan dengan dot warna merah pada Digital Crown. Harganya antara keduanya pun tentu berbeda. Di pasar Amerika Serikat sendiri, Apple Watch Series 3 dengan koneksi selular dijual seharga USD399 alias USD70 lebih tinggi dari tipe tanpa seluler. Dalam ulasan kali ini, saya menggunakan Apple Watch Series 3 Nike tanpa seluler karena untuk menggunakan fitur seluler pada Series 3, dibutuhkan dukungan dari operator seluler setempat.

Baik itu dengan atau tanpa koneksi seluler, Apple Watch Series 3 hadir dengan dual-core processor Apple S3 dan W2 wireless chip. Prosessor ini menghadirkan kinerja yang lebih cepat dibandingkan dengan Series 2, Series 1 dan sangat jauh lebih cepat dibandingkan dengan Apple Watch generasi pertama. Sebagai catatan, Apple Watch generasi pertama itu berbeda dengan Apple Watch Series 1.

Sensor yang disematkan di Series 3 pun bertambah dengan hadirnya sensor barometer altimeter, yang berguna untuk memantau aktivitas, mengukur ketinggian yang sudah didaki termasuk kegiatan outdoor. Satu hal tambahan: kini suara Siri dan suara tap tombol akan terdengar dari speaker Series 3. Ini lebih memudahkan Anda yang sering menggunakan Siri di Apple Watch tanpa harus melihat ke layar.

Desain Ikonik yang Serupa

Apple masih menghadirkan desain persegi dengan ujung melingkar yang sama pada Series 3 seperti Apple Watch Series 2 atau bahkan Apple Watch generasi pertama. Serupa dengan Series 2, Series 3 juga menghadirkan empat macam seri dengan material yang berbeda-beda: Apple Watch dengan casing aluminum dan stainless steel; Apple Watch Nike+ dengan casing aluminum; Apple Watch Hermes dengan casing aluminum dan Apple Watch Edition dengan casing keramik. Khusus untuk Apple Watch Edition, kini hadir dengan keramik berwarna space grey setelah sebelumnya hadir hanya berwarna putih susu.

Bagi Anda yang sebelumnya telah menggunakan Apple Watch generasi sebelumnya, aksesoris seperti case dan strap masih bisa digunakan di Series 3 untuk masing-masing ukuran: 38mm dan 42mm. Sedikit menyinggung pilihan ukuran, saya pribadi sebagai seorang pria memilih menggunakan ukuran 38mm daripada 42mm. Sebenarnya tidak ada aturan atau pengkhususan jika ukuran 38mm diperuntukkan hanya bagi wanita dan 42mm khusus untuk pria. Sebaiknya Anda mencoba dahulu demo unit Apple Watch yang tersedia di Apple Store atau Apple Reseller terdekat sebelum memutuskan Apple Watch ukuran mana yang akan Anda miliki.


Baca Juga:


Pengalaman Penggunaan Sehari-hari

Sudah sebulan saya menggunakan Apple Watch Series 3 setiap hari. Series 3 yang saya gunakan adalah model Nike dengan Nike Sport Band. Alasan saya memilih model ini cukup sederhana: Apple Watch Nike memiliki sport band berlubang yang memungkinkan kulit bernapas dan adanya watch face yang hanya tersedia di model Nike dengan harga yang sama seperti Apple Watch biasa.

Saya gunakan mulai dari bangun tidur, ketika wudhu, bekerja, berolahraga hingga sebelum tidur. Saya mendapati bahwa baterai Series 3 lebih awet ketimbang Series 2. Untuk aktivitas normal tanpa berolahraga dengan aplikasi Workout, baterai akan tersisa antara 60–70% di penghujung hari atau sekitar pukul 10–11 malam.

Namun jika menggunakan aplikasi Workout untuk memantau aktivitas olahraga sekaligus memutar lagu dari Watch ke bluetooth headset, baterai yang tersisa di penghujung hari hanya sekitar 30–35% saja. Rentangnya memang cukup jauh dan ini masih menunjukkan bahwa baterai Series 3 memang masih dirancang untuk bertahan hanya seharian saja. Series 3 harus di-charge setiap malam agar siap digunakan lagi keesokan harinya. Saya pernah menggunakan Series 3 ketika bepergian ke luar kota tanpa di-charge semalaman. Alhasil, Series 3 saya kehabisan baterai sebelum pertengahan hari di keesokan harinya.

watchOS 4: Lebih Gesit, Lebih Memotivasi

Apple Watch Series 3 hadir dengan watchOS 4 di dalamnya. Secara tampilan, tidak banyak yang berubah. Adanya Watch Face baru seperti Siri, Kaleidoskop dan Toy Story menambah pilihan Watch Face jika saya bosan dengan Watch Face yang sedang digunakan. Saya merasakan animasi perpindahan dari tampilan jam ke App Drawer atau Recents App lebih halus dan gesit dari sebelumnya. Aplikasi pihak ketiga juga terasa lebih native ketimbang saat berjalan di watchOS 3. Walaupun begitu, kita masih harus meluncurkan aplikasinya dulu di iPhone sebelum bisa digunakan juga di Apple Watch.

Fitur Activity di Apple Watch merupakan salah satu fitur kunci bagi saya dan juga kebanyakan pengguna Apple Watch lainnya. Di sana, saya bisa memantau seberapa aktifkah saya beraktivitas untuk memenuhi tujuan besaran kalori yang harus dibakar per harinya. Apabila belum mencapai target, Apple Watch bakal memberi notifikasi berupa motivasi dan caranya agar dapat segera menutup “cincin” aktivitas yang tersedia. Fitur yang sederhana tapi sangat memotivasi. Fitur lainnya seperti pemantau detak jantung juga sangat bermanfaat bagi mereka yang sangat memerhatikan kesehatan jantungnya.

Aplikasi Musik di watchOS 4 juga diperbaharui. Di watchOS 4.1, Anda bisa mendengarkan Beats 1 Radio dan playlist Apple Music langsung dari Apple Watch yang terhubung dengan bluetooth headset. Tentunya, fitur ini akan lebih bermanfaat jika menggunakan Series 3 tipe selular. Jika menggunakan tipe non selular seperti yang saya pakai, setidaknya masih bisa menyimpan beberapa playlist di Apple Watch untuk bisa didengarkan sambil jogging.

Bagaimana dengan fitur Apple Pay dan Apple Pay Cash? Lupakan saja karena masih belum bisa digunakan di Indonesia.

Kesimpulan

Jika Anda pengguna iPhone, peduli dengan pemantauan aktivitas tubuh Anda dan punya anggaran berlebih, saya sarankan Anda untuk membeli Apple Watch Series 3. Jika Anda pengguna iPhone dengan anggaran pas-pasan, cukup gunakan aplikasi pihak ketiga untuk memantau detak jantung atau beli Apple Watch seri sebelumnya.

Bagi saya, Apple Watch Series 3 merupakan perangkat pelengkap yang sempurna bagi pengguna iPhone dan saya baru bisa mengatakan hal ini setelah pernah menggunakan dua generasi Apple Watch sebelumnya. Bahkan dapat saya katakan bahwa Apple Watch Series 3 adalah Apple Watch yang seharusnya Apple luncurkan sejak awal. Pemantauan aktivitas yang akurat dan memotivasi adalah bagian paling favorit saya. Katalog aplikasi pihak ketiga juga menjadi alasan kuat lainnya. Sayangnya, Series 3 masih harus di-charge setiap malam dan hanya dapat digunakan jika kita telah memiliki iPhone sebelumnya.

Saat ini, Apple Watch Series 3 masih belum tersedia resmi di Indonesia. Namun, Anda bisa mendapatkannya di negara terdekat seperti di Apple Store Singapura dengan harga mulai dari SGD498 atau Rp4.980.000 untuk model 38mm dan SGD548 atau Rp5.480.000 untuk model 42mm.


Selamat Datang Apple Watch Series 3! Koneksi Cellular, CPU Lebih Cepat dan Sensor Baru


Click to comment
To Top