News

CEO iFixit Angkat Bicara Soal iPhone 8 Sulit Diperbaiki


Bagi kamu pengguna komputer Mac atau iPhone yang punya hobi mengoprek, bongkar hardware atau melakukan beberapa perbaikan sederhana secara personal, pasti kenal dengan iFixit. Website tutorial untuk melakukan beragam perbaikan perangkat elektronik ini kabarnya semakin kesulitan untuk terus bertahan, apalagi ketika Apple mengenalkan iPhone 8 dengan bodi kaca. Laman Bloomberg melakukan sebuah sesi wawancara dengan Kyle Wiens, CEO sekaligus Co-Founder dari iFixit untuk meminta beberapa pertanyaan. Berikut ini info lengkapnya.

Perbaikan iPhone dan Nilai Ekonomi

Tanggal 21 September 2017 waktu Amerika Serikat, sebuah gambar untuk iPhone 8 dalam mode pemindaian X-ray tampil di Twitter. Bukan dari Apple namun dari akun iFixit, sebuah perusahaan yang memberikan beragam tutorial secara gratis untuk perangkat elektronik. Mereka mencari pendapatan lewat menjual tools dan suku cadang yang diperlukan dari San Luis Obispo, California. Untuk menjadi yang pertama di dunia, bahkan iFixit terbang ke Australia sebagia negara pertama yang menjual iPhone 8 dan iPhone 8 Plus, membongkarnya dan langsung tampil di website agar pengguna di negara Amerika Serikat dapat langsung membacanya.

 Photo by iFixit10

Photo by iFixit

Kyle Wiens memberikan beberapa penjelasan dan pandangannya mengenai hak konsumen untuk melakukan perbaikan perangkatnya secara murah, cepat dan bebas. Saat mendapatkan pertanyaan mengenai apakah perbaikan perangkat dapat berhubungan dengan ekonomi atau apakah pengguna lebih baik membeli produk baru saja secara langsung, Kyle Wiens memberikan penjelasan yang cukup panjang.

Menurutnya hitungan kasar yang dilakukan, Apple memberikan $5 untuk setiap perakitan iPhone yang dilakukan pada pabriknya di Foxconn, China. Namun jika perbaikan untuk masalah perangkat yang sudah jadi, kamu harus membayar mulai dari $50 untuk membawanya ke pihak teknisi independen. Itu artinya $150 untuk jasa tiga kali ganti baterai jika kamu ingin terus menggunakan iPhone yang sama dalam beberapa tahun. Kyle Wiens juga menjelaskan manufaktur iPhone di China juga tidak bisa dengan mudah dipindahkan ke Amerika Serikat dalam waktu dekat, apalagi ini menyakut hubungan antar negara.


Baca Juga:


Hak Pengguna untuk Memperbaiki Perangkat

Dalam wawancara tersebut juga dijelaskan bahwa iFixit sangat mendorong para perusahaan elektronik untuk menjunjung tinggi nilai “Rights for Repairs” alias hak pengguna untuk melakukan perbaikan perangkatnya secara independen. Jika kamu pernah membeli perangkat televisi tabung beberapa puluh tahun lalu, pasti pernah menemukan detail skema elektronik dari bagian yang bisa diganti. Semua infonya jelas dan kamu bisa memperoleh part tersebut di toko elektronik pada umumnya.

Namun hal ini mulai berkurang atau bahkan dikunci oleh para produsen elektronik. Kyle Wiens memberikan contoh untuk produk kamera Nikon yang sudah berhenti menjual part kepada pihak teknisi independen sejak tahun 2012. Tujuannya jelas untuk meminta para pengguna kamera tersebut melakukan servis ke tempat resmi atau membeli kamera baru.

Dengan kehadiran iPhone 8, hal yang sama juga akan terjadi. Contohnya pada bodi belakang yang berbentuk kaca dan menggunakan logo Apple. Tidak ada produsen pihak ketiga yang dapat memproduksi bagian tersebut, karena berhubungan dengan lisensi penggunaan logo Apple yang tidak dijual kepada siapa saja. Pilihan yang hanya dapat kamu lakukan jika mengalami kerusakan bodi kaca belakang di iPhone 8 dan iPhone 8 Plus adalah melakukan perbaikan di Apple Store atau Apple Authorized Service Provider dengan harga $349.

Kekuatan Produk, Bukan Kemudahan Diperbaiki

 Photo by iFixit10

Photo by iFixit

Kenapa hal tersebut dilakukan oleh Apple, melakukan monopoli pada suku cadang yang dimiliki dan hanya meminta pengguna untuk melakukan perbaikan di Apple Store atau pusat service resmi miliknya? Jawabannya, sederhana saja, karena kamu bisa menemukan Apple Store dan pusat perbaikannya secara mudah di seluruh dunia.

Namun angka yang diberikan tidak bisa dihitung dengan perbandingan yang baik. Yaitu hanya ada sekitar 500 pusat perbaikan perangkat Apple di dunia, melawan lebih dari 1 miliar iPhone yang ada di dunia. Itulah sebabnya jika kamu melakukan klaim atau perbaikan produk Apple, memerlukan proses yang cukup memakan waktu.

Masih dikutip dari catatan di wawancara tersebut, Lisa Jackson (VP of Environment, Policy and Social Initiatives) pernah menjelaskan bahwa produk Apple diciptakan untuk kekuatan (durability) bukan sebagai produk yang mengedepankan perbaikan (repairability). Namun Kyle Wiens berusaha membantah hal tersebut dengan membayangkan iPhone 8 yang menggunakan bodi kaca di depan dan belakang, akses keluar-masuk saku celana lebih dari 10x dalam sehari dan bukan tidak mungkin jika suatu saat akan jatuh dan pecah.

Masih ada beberapa penjelasan lain yang diberikan oleh Kyle Wiens mengenai produk Apple dan jaminan perbaikan manual oleh para pengguna atau jasa servis. Dia juga memberikan beberapa contoh perusahaan yang tetap membuka kemungkinan perbaikan oleh pengguna secara mudah, jaminan suku cadang yang dapat dibeli oleh pihak umum serta model bisnis lainnya. Silakan simak info lengkapnya di laman sumber berita ya!


Dibedah, iPhone 8 Punya Kapasitas Baterai Lebih Kecil Dibanding iPhone 7


Click to comment
To Top