Miscellaneous

Enkripsi di iPhone Diklaim Bahayakan Nyawa Orang

iPhone 5c

Apple seperti kamu ketahui adalah perusahaan teknologi yang berkomitmen melindungi privasi dan data para penggunanya dari campur tangan orang lain. Termasuk intervensi dari dari pemerintah, mereka bakal menolaknya mentah-mentah.

Sikap Apple terhadap enkripsi ini malah dinilai dapat membahayakan nyawa banyak orang. Hal tersebut diungkapkan Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein sebagaimana dikutip The Washington Examiner (via 9to5Mac)

Tanpa secara eksplisit menyebutkan nama Apple, Rosenstein mengatakan tak ada seorang pun yang mempertanyakan hak mereka untuk mengakses data di dalam ponsel yang dilindungi enskripsi. Dalam hal ini, merujuk ke iPhone milik pelaku penembakan yang belum lama ini terjadi di sebuah gereja di Texas

“When you shoot dozens of innocent American citizens, we want law enforcement to investigate your communications and stored data,” Rosenstein said Thursday, adding, “‘There are things that we need to know.”

“As a matter of fact, no reasonable person questions our right to access the phone. But the company that built it claims that it purposely designed the operating system so that the company cannot open the phone even with an order from a federal judge,” Rosenstein said, lamenting only maybe “eventually” will federal investigators be able to access Kelley’s phone.

In addition to costing “a great deal of time and money,” Rosenstein said a delay “surely costs lives.”

Apple sendiri tidak bisa dipaksa membuka privasi dan data pengguna iPhone karena hal ini diklaim bakal preseden buruk bagi semua penggunanya di seluruh dunia. Ketika satu pemerintah negera meminta membuka akses enkripsi di iPhone, maka negara lain bakal mengikutinya.


Baca juga:


Kasus serupa terjadi di iPhone milik pelaku penembakan di San Bernardino beberapa tahun lalu. Kala itu, FBI meminta Apple untuk membuat tool atau software yang memungkinkan mereka membuka kunci Passcode di iPhone tersebut. Apple menolak karena tidak memiliki kuncinya.

Beredar kabar, FBI akhinya menyewa perusahaan forensik asal Israel untuk menjebol iPhone milik si pelaku penembankan San Bernardino. Menurut mereka, enkripsi iPhone berhasil ditembus, namun anehnya mereka menolak membeberkannya. Apalagi tidak ditemukan data yang dicari meski sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk hal tersebut.

Dengan hadirnya pernyataan baru dari Wakil Jaksa Agung AS tersebut, kasus enkripsi di iPhone masih jauh dari kata usai. Apple masih bakal mendapatkan rongrongan dari pemerintah AS untuk melemahkan enkripsi yang sangat penting untuk pengguna. Jadi kita tunggu saja tanggapan Apple soal ini.


Click to comment
To Top