Miscellaneous

Ini Alasan FBI Enggan Bocorkan Rahasia Jebol iPhone Kepada Apple

Apple FBI

Biro Penyelidik Federal AS (FBI) yang mengklaim mampu membuka kunci iPhone 5c milik teroris San Bernardino dikabarkan tidak memiliki rencana untuk membocorkan rahasianya kepada Apple.

Alasan FBI seperti dilaporkan Reuters adalah karena mereka tidak memiliki metode yang digunakan buat meretas iPhone tersebut. Sang pemilik metode itu merupakan perusahaan Asing.

Oleh karena itu, FBI menyebutkan bahwa pemerintah AS tidak memiliki wewenang untuk mengetahui metode tersebut secara rinci dan memerintahkan untuk memberikan informasinya kepada Apple.

Pemerintah AS sendiri melalui badan Vulnerabilities Equities Process dilaporkan sudah melakukan peninjauan untuk menentukan wajib atau tidaknya celah keamanan diberitahukan kepada Apple.

Apple memerlukan hasil tinjuan dari badan Vulnerabilities Equities Process tersebut untuk mengetahui bagaimana cara FBI menjebol iPhone tersebut. Tanpa hal itu, mereka tidak bakal mendapatkan aksesnya.


Baca juga:


Meski begitu, FBI menyebut temuan Vulnerabilities Equities Process tidak masuk akal. Biro Penyelidik Federal AS itu rencananya bakal menjelaskan kepada Gedung Putih bahwa badan pemerintah tersebut tidak tahu banyak soal alat yang digunakan buat meretas iPhone.

FBI sebelumnya disebut-sebut menggunakan jasa dari perusahaan asal Israel bernama Cellebrite buat meretas iPhone milik Syed Farook yang menembak mati 14 orang di San Bernardino.

Direktur FBI James Comey mengungkapkan bahwa biaya untuk membuka kunci iPhone tersebut sangat mahal yaitu lebih dari $1,3 juta (Rp 17 milyar). Jumlah tersebut setara dengan gaji yang diterimanya selama tujuh tahun bekerja di FBI sebelum pensiun.

Sudah membayar mahal untuk membuka kunci tersebut, FBI justru tidak menemukan informasi baru yang bakal membantu mereka mengungkap motif penembakan dan apakah ada hubungannya dengan kelompok teroris.


Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top