News

Kaspersky Lab Angkat Bicara Soal Laporan Server Apple Disusupi Micro Chip Mata-Mata

Kaspersky Lab, tim keamanan ciber yang berpusat di Rusia mulai angkat bicara seputar isu “The Big Hack” yang ditulis oleh Bloomberg Businessweek. Menurut Kaspersky Lab, berita mengenai pemerintah Tiongkok yang menyusupkan chip mikro di mainboard buatan Super Micro untuk server pusat data perusahaan seperti Apple, Amazon adalah tidak benar.

Considering the strong denials from Apple and Amazon, the history of inaccurate articles published by Bloomberg, including but not limited to the usage of Heartbleed by U.S. intelligence prior to the public disclosure, as well as other facts from these stories, we believe they should be taken with a grain of salt.


Baca Juga:


Analisis dari Kaspersky Lab mengatakan bahwa serangan berbasis perangkat keras seperti yang dituduhkan dalam laporan Bloomberg Businessweek memang sangat canggih. Namun hal tersebut terbilang sulit diterapkan dan sangat mahal.

Mereka juga menambahkan bahwa jika memang hal ini benar dilakukan, chip mata-mata yang ditanamkan akan sulit mencapai target tertentu. Misalkan untuk ke server Apple, Amazon atau perusahaan besar lainnya.

Selain pihak Kaspersky Lab, beberapa peneliti keamanan dan departemen pemerintahan juga tidak percaya dengan laporan Bloomberg Businessweek. Mulai dari Department of Homeland Security, National Cyber Security Centre di Inggris hingga Rob Joyce, penasehat di NSA.

Apple juga sudah memberikan keterangan secara keras dan terbuka bahwa mereka tidak menemukan perangkat keras yang disusupkan ke pusat data manapun. Memang di tahun 2016 pernah terjadi sebuah kendala di salah satu server buatan Super Micro, namun ini hanyalah masalah teknis saja untuk driver yang digunakan. Setelah hal itu beres, Apple langsung menghentikan kerjasama dengan Super Micro dan mencari penyedia komputer server lain untuk pusat datanya.

Bagi kamu yang belum tahu, “The Big Hack” adalah laporan yang ditulis oleh Bloomberg Businessweek beberapa hari lalu. Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa Super Micro, perusahaan yang membuat mainboard untuk komputer telah bekerjasama dengan pemerintah Tiongkok sejak 2015. Yaitu dalam bentuk menyusupkan micro chip sebesar ujung pensil di mainboard pesanan perusahaan ternama Amerika Seikat. Yaitu Amazon, Apple dan 30 lebih perusahaan lainnya termasuk bank dan telko.

Kabarnya micro chip ini berfungsi sebagai mata-mata untuk mendapatkan beragam data dan informasi sensitif di Amerika Serikat, oleh pemerintah Tiongkok. Namun hal tersebut langsung dibantah oleh Apple, Super Micro dan beragam perusahaan lainnya. Hingga artikel ini dibagikan, Bloomberg Businessweek belum mencabut laporan tersebut.


Apple Kirim Surat untuk Senat AS Seputar Isu Micro Chip Mata-Mata di Server

Source :

macrumors


Click to comment
To Top