Miscellaneous

Senat AS Pertanyakan Privasi dan Sistem Keamanan Face ID

Face ID

Face ID masih jadi hal yang hangat untuk diperbincangkan. Setelah insiden gagalnya demo Face ID di panggung event iPhone X (Apple sudah mengklarifikasi soal ini), kini muncul kekhawatiran mengenai privasi dan keamanannya di kalangan pemerintah AS.

Seperti dilaporkan Recode, Senator Al Franken mendesak pencipta iPhone tersebut untuk memberikan informasi lebih detil mengenai privasi dan keamanan dalam sistem pengenalan wajah barunya tersebut di iPhone X.

Dalam surel yang dikirimkannya langsung kepada CEO Apple Tim Cook, Al Franken merasa khawatir Apple bisa menggunakan data wajah pengguna yang dikumpulkan Face ID untuk menguntungkan sektor bisnisnya yang lain atau membantu penegak hukum.

“to benefit other sectors of its business, sell it to third parties for surveillance purposes, or receive law enforcement requests to access it facial recognition system — eventual uses that may not be contemplated by Apple customers,” the lawmaker said in a letter to the company Wednesday.

Mengenai kemungkinan Apple membantu pihak pemerintah atau kepolisian untuk mengakses data pengguna, Apple jelas bakal menolak. Seperti yang pernah terjadi dalam kasus penembakan di San Bernardino beberapa tahun lalu. Mereka menolak mentah-mentah permintaan FBI untuk mengakses passcode iPhone milik terduga teroris.

Meski begitu, Al Franken tampaknya kurang puas dan menginginkan Apple untuk memastikan kembali. Dalam surelnya, dia menguraikan 10 pertanyaan mengenai sistem keamanan Face ID, termasuk metode dalam perancangannya.

Beberapa hal yang ditanyakan di antaranya adalah soal apakah sistem Face ID sudah cukup terlatih, bagaimana Apple melindungi ras, jenis kelamin, atau bias usia; dari mana Apple memperoleh 1 miliar wajah yang digunakannya untuk menciptakan Face ID, dan apakah Apple sudah mengimplementasikan keamanan ketika seseorang untuk mengelabui Face ID.


Baca juga:


Kekhawatiran Al Franken tidak perlu ada. Pasalnya saat gelaran special event 12 September lalu, Apple sudah membahas mengenai sistem keamanan Face ID. Di atas panggung, Phil Schiller mengatakan data wajah pengguna disimpan di masing-masing iPhone dan tidak disimpan di iCloud.

Bahkan, petinggi Apple yang menjabat sebagai VP of Worldwide Marketing tersebut mengklaim bahwa penggunaan Face ID lebih aman dibandingkan Touch ID. Pasalnya, kesempatan seseorang untuk memalsukan sidik jari tergolong besar.

Hingga berita ini turun, Apple belum mengeluarkan tanggapan resminya terkait kekhawatiran anggota senat AS tersebut.


Click to comment
To Top